Hitung sudah berapa mendung yang kita lihat
dan berapa selamat tinggal yang kita coba ucapkan?
Dari sekian hari yang kita diami, berapa kalikah kita ingin pergi?
Lalu lihat bagaimana setiap usaha kita melarikan diri hanya membuat kita tetap tinggal.
Karena kita mengenali ke mana setiap perasaan berpulang.
Karena kita tahu kesalahan bukan untuk dimaafkan atau dimintai maaf, melainkan untuk
dipeluk kuat-kuat sebagaimana kita saling memeluk.


(Pada pagi yang cerah untuk duduk-duduk di rumah, Kamis, 10 Desember ke-lima)

What makes a good movie good? I don’t think of the back story, the meaning behind it, the cast, the moral of the story, the setting, the plot. Any of it. It’s the vibe or the tone of the movie that I always look for. The feeling of comfort that I got. Sama seperti yang selalu saya cari pada musik dan buku, saya pun mencari kenyamanan pada film. Kenyamanan yang membuat saya ‘sayang’ menontonnya hingga selesai.

I found it in Beauty Inside, sebuah drama romantis yang disutradarai oleh Baek Jong Yeol, yang di-remake dari The Beauty Inside, a 2012 American social film tentang seorang pria yang bangun setiap hari dalam tubuh yang berbeda-beda. Saya tidak berharap apa-apa dari film ini sebelumnya selain menyaksikan parade aktris dan aktor kenamaan Korea seperti Han Hyo Joo, Yoo Yeon Seok, Park Shin Hye, Lee Jin Wook, Lee Dong Wook, Seo Kang Joon, Kim Dae Myung, Go Ah Sung, dan banyak lagi. Saya kira ini ‘cuma’ bakal kerasa kayak The Time Traveler’s Wife, seorang wanita yang dealing with the anomaly of her significant other. In fact, I got more than that. Beauty Inside ini bercerita tentang seorang furniture designer bernama Kim Woo Jin yang entah kenapa—di film nggak diceritakan detilnya—wajah dan tubuhnya selalu berubah setiap ia bangun tidur. Mulai dari pria, wanita, lansia, anak-anak, bahkan bule. Lalu suatu ketika, Kim Woo Jin memberanikan diri berkenalan dengan Hong Yi Soo yang bekerja di sebuah studio furniture. Setelah itu dimulailah perjalanan Yi Soo dan perasaan dan hubungannya dengan Woo Jin beserta segala permasalahan yang mengikuti mereka.

Poin menarik dari film ini adalah para pemainnya. Buat yang ngikutin banget drama dan film Korea pasti menemukan banyak wajah familiar di sini. Dan adalah sebuah anugerah menemukan beberapa nama besar sekaligus dalam satu judul. Yaa, biarpun beberapa nama cuma muncul 1-3 menit aja. Selain itu menarik sekali bagaimana setiap aktor dapat memerankan Kim Woo Jin dengan awkwardness yang sama. The cast is nicely done. Bertabur bintang tapi nggak berlebihan dan bikin pusing.

The next thing I love about Beauty Inside is that this movie is relatively lack of plot jika dibandingkan dengan rata-rata film drama romance lainnya yang saya tonton. Malah cenderung datar. But strangely enough, that’s what keeping me going through the movie. Jika ada beberapa film yang menjual setting, menjual cast, menjual plot, menjual dialog, menjual moral of the story, maka film ini menjual feeling. Vibe. Atmosphere. Ambient. Atau seenggaknya itu yang saya beli. Saya selalu mencari film dengan vibe mellow dan dreamy, nyaris seperti video klip lagu balad berlirik dan bermusik sedih. Saya nggak harus mencerna mengapa tokoh ini begini, mengapa tokoh itu begitu, apa motifnya, apa yang akan mereka lakukan setelahnya, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang muncul dan meminta untuk dijawab setiap kali saya nonton film. Menonton Beauty Inside, saya cuma merasa harus ‘merasa’, nggak ada tuntutan untuk berpikir yang sulit-sulit atau terbawa masuk perasaan dan emosi yang berbelit-belit. Saya cuma duduk, nonton, dan menikmati perasaan yang datang pelan-pelan karena tidak ada emosi yang dipaksa.

Scoring and soundtrack? Well, no need to ask. It all complements the mellow vibe. Diselingi narasi Yoo Yeon Seok—my one and only pathological celebrity crush—sebagai Kim Woo Jin yang sangat terasa hidup, mengalir, dan natural, lengkaplah sudah semua hal yang diperlukan untuk membuat film drama romantis yang sempurna.

If there’s a moral of the story or what the movie tries to tell is this one thing: apapun bentuknya, bagaimanapun kelihatannya, seperti apapun kita menangkapnya, cinta itu selalu sama. Seringnya kita terlalu sibuk memperhatikan how the love is portrayed and delivered rather than the love itself.

Anyway, Han Hyo Joo menang banyak banget di sini. Kenalannya ama siapa, pacarannya sehari-hari ama siapa, tidurnya ama siapa, dilamarnya ama siapa, hahahaha Nonton aja, deh pokoknya kalo penasaran gimana Han Hyo Joo memenangkan laki-laki favorit saya :D

  1. Harry Potter movie marathon
  2. When it's raining, snuggle under your blanket beside the window - or anywhere you can watch the rain - and treat yourself a warm cup of tea, coffee, chocolate, or milk tea.
  3. Reread a book you always want to read but never have time to and finish it in a month. Now that it's holiday season, you'll find it more at ease to sit and finish a book.
  4. Play Efek Rumah Kaca's Desember on repeat when you're listening to your daily playlist.
  5. Invite your friends to a slumber party and play rounds of board game.
Happy holiday~ :D 
Tak perlu berharap apa-apa selain hujan yang turun berapi-api Desember ini. Cukup tinggal di sini, digulung waktu. @nulisbuku #puisimalam


Desert yang paling mudah dibikin menurutku salah satunya pudding. Apalagi dengan banyaknya pudding powder instan yang banyak beredar di pasaran. Simple and easy. Ngga perlu waktu lama, setelah dimasak palingan tinggal taro doang di refrigerator. Bahkan, sekarang ada beberapa pudding powder yang bisa langsung diseduh air panas, dan voila! Our pudding is ready to serve.
Mumpung hari libur, setelah menunaikan kewajiban sebagai anak kabupaten (((anak kabupaten)))  yang baik yang menggunakan hak pilihnya, saya mulai ngacak- ngacak dapur. I called it Chocolate Pudding with Oreo Crumbles, hehe


Lemme share the recipe~

Bahan:
1.       1 bungkus Pudding instan, aku pakai Nutrijell coklat
2.       1 buah Ultramilk full cream 200ml
3.       200ml air putih
4.       200gr gula pasir
5.       2 sendok makan mentega
6.       Oreo rasa coklat ukuran sedang
7.       Koko crunch
8.       Milo

The Steps:

1.       Lumerkan mentega
2.       Sembari menunggu mentega lumer, remukkan oreo dalam plastik besar (better with ziplock one)
3.       Setelah menjadi crumbles, pindahkan oreo ke sebuah mangkuk lalu mix dengan mentega cair
4.       Masukkan oreo ke dalam gelas (bisa sesuai selera)
5.       Masak nutrijell dengan air, susu fullcream, dan gula pasir dengan api kecil. Aduk hingga mendidih.
6.       Masukkan ke dalam gelas yang telah berisi oreo
7.       Tambahkan Koko Crunch dan Milo untuk toping
8.       Dinginkan dalam refrigerator

Toping bisa diganti sesuai selera. Bisa juga ditambahkan ketika diambil dari refrigerator pada saat penyajian, agar lebih crunchy. Tapi saya lebih suka sebelumnya sik. Nutrijell rasa strawberry pun bisa jadi pilihan. Gimana, simple and easy bukan ? let’s try this at home! Buat saya, ngacak- ngacak dapur itu menyenangkan, apalagi saat masakan kita habis dimakan sama orang rumah meskipun saya juga nggak jago masak hehehe. But still, it’s really fun! Trust me :)

Hujan. Satu kata yang mungkin menjadi saat yang spesial bagi sebagian orang mungkin juga tidak. Ada yang memilih berselimut sambil membaca buku favoritnya, minum kopi di cafe sambil memandangi gerimis, terjebak macet saat pulang kerja, serta jutaan kisah lain yang mungkin tidak akan pernah cukup untuk diceritakan. Jadi, apa hal menarik lainnya soal hujan? The way we dress up! Meskipun saat di rumah lebih nyaman ngegembel alias pakai kaos dan celana longgar, but here some of my favorite looks on rainy day~ 

http://www.polyvore.com/when_rain_comes/set?id=183393812


When Rain Comes by inshonia featuring a wool shawl



1. Coat menjadi salah satu item yang wajib dipakai ketika musim hujan tiba. Selain hangat, menurutku coat selalu terlihat classy but timeless. Kebanyakan, coat atau long coat warna gelap menjadi pilihan. Tapi, warna- warna terang seperti biru muda, mustard, atau seperti coat di atas yakni perpaduan pink, black, and grey looks more cheerful and girly. Dipadu dengan white tee, black jeans, ankle boots dan pink scarf buat yang berhijab atau tidak. Ah, kemeja untuk inner bisa menjadi pilihan untuk looks semi formal. What do you prefer, tee or shirt?

2. Parka! item yang sangat hyped beberapa tahun belakangan. Parka + striped tee never failed me. My fav British looks.  Dipadu dengan blue jeans, dan slip on shoes warna coklat serta scarf hitam. Agar lebih hangat, pakai striped longsleeve instead sleeveless one. Anyway, parka in army color is my favorite, what yours?

3. Bahan denim memang tidak sehangat yang lain, bahkan cenderung susah kering jika basah terkena hujan Selain coat, parka, atau jacket, menurutku denim vest with turtle neck longsleeve bisa menjadi pilihan yang cocok untuk musim hujan. Pastikan ukuran vest lebih besar dari longsleeve nya, agar tidak mengembung dan terkesan tidak rapi. Dan, biar nggak bosen, bawahan dengan rok sesekali tidak masalah bukan? Maxi skirt, atau midi skirt dengan bahan leather and go with ankle boots gonna give you an edgy look.

And now, it's your turn. what favorite wear on rainy day? 







 
Saya salah satu perempuan yang awalnya gamau ribet soal make up. Pelembab dan bedak menurut saya sudah cukup. Lip balm dan eyeliner pun menyusul, meski saya memakainya tidak setiap hari. Eyeliner, karena saya memiliki mata yang sayu dan keliatan banget kalau lagi capek. And the worst part is, there was two Channel bags under my eyes. Err..

Sebagai perempuan yang ceritanya mulai bekerja, saya pun mau tidak mau harus menambah list make up. Salah satunya lipstick. Ada beberapa lipstick dan lip tint yang saya coba, dan ternyata ada yang bikin bibir saya kering apalagi cuaca panas yang bikin kering menjadi.


Selain perbanyak minum air putih, penggunaan lip butter helped me so much. Nivea Lip Butter menjadi pilihan saya. It was like... serendipity to me. Waktu itu saya bermaksud membeli pelembab dankawan- kawan. Surprisingly, di salah satu bagian etalase ada Nivea Lip Butter rasa Raspberry Rose. I choosed Raspberry rose instead  Original, Vanilla & Macademia, and Cocoa.

Packaging nya berbentuk bundar, kecil dan ngga ribet kalau dibawa- bawa.
My friend said it smells like a bubblegum so she wanted to eat it! Some weak point is cara penggunaan lip butter ini menggunakan jari tangan sehingga pastikan jari tangan kita bersih sehingga lip butter mini ini tidak terkontaminasi bakteri. Ternyata, Nivea lip butter ini mengandung shea butter dan minyak almond yang bisa melembutkan bibir, and it works! Selain itu, harganya juga nggak terlalu menguras dompet jadi sangat worth it menurutku, hehe.
Selamat mencoba!